Analisis Kesehatan Lingkungan Rumah, Penyuluhan dan Pelatihan Pencegahan Tuberkulosis (TB) di Bantul, Yogyakarta

  • Surahma Asti Mulasari Universitas Ahmad Dahlan
Keywords: Environmental Health, Knowledge, Prevention, Risk, TB

Abstract

HOME ENVIRONMENTAL HEALTH ANALYSIS, COUNSELING AND TUBERCULOSIS PREVENTION TRAINING (TB) IN BANTUL, YOGYAKARTA.
Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, this disease can attack various organs, especially the lungs. This disease, if left untreated or incomplete treatment, can cause dangerous complications to death, and potential to spread to other people. In Hamlet "X" RT 09 Bantul Yogyakarta, there were families with Tuberculosis sufferers. The purpose of this activity was to prevent the risk of TB transmission and increase the knowledge of residents around TB patients at the service location. The method used in this activity was to analyze the condition of the home environment associated with TB, provide training in managing the home environment to be healthy. The impact obtained was an increase in the knowledge of residents and families of TB patients, and reduce the risk of transmission of TB in the home and community environment.

References

Dinas Kesehatan DI Yogyakarta. (2013). Profil kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta 2013. Health Care, 8(6), 719–727. doi: 10.1017/CBO9781107415324.00.

Dinkes Kabupaten Bantul. (2016). Profil Desa Jambidan. Retrieved July 10, 2018 from www.jambidan.bantulkab.go.id.

Erlien, T. (2008). Penyakit saluran pernapasan. Jakarta: Sunda Kelapa Pustaka.

Hartono, E. (2004). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian penyakit TB paru di wilayah kerja Puskesmas Pekuncen Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas tahun 2004 (Skripsi). Universitas Diponegoro, Purwokerto, Indonesia.

Kandau, G. D., & Posangi, J. (2015). Hubungan kualitas lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas perawatan Siko Kecamatan Ternate Utara Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. Jurnal e-Biomedik, 3(3), 856–64.

Mukono, H. J. 2000. Prinsip Dasar kesehatan lingkungan. Surabaya: Unair Press.

Rosiana, A. M. (2013). Hubungan antara kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang. Unnes Journal of Public Health, 2(1), 1-9.

Kemenkes RI. (2015). Tuberkulosis temukan obati sampai sembuh. Jakarta: Infodatin Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2017). Profil kesehatan Indonesia tahun 2016. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (1999). Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Sugiarto. S. 2003. Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian Penyakit TB Di Kota Surakarta Tahun 2003 (Skripsi). Universitas Diponegoro, Purwokerto, Indonesia.

Sukana, B., Herryanto, H., & Supraptini, S. (2003). Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan penderita TB paru di kabupaten Tangerang. Jurnal Ekologi Kesehatan, 2(3), 282-289.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.

Wulandari, S. (2012). Hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Unnes Journal of Public Health, 1(1), 41-44.

Published
2019-08-20
How to Cite
Mulasari, S. (2019). Analisis Kesehatan Lingkungan Rumah, Penyuluhan dan Pelatihan Pencegahan Tuberkulosis (TB) di Bantul, Yogyakarta. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(2), 119-128. https://doi.org/10.30653/002.201942.97
Section
Articles